Monday, 30 September 2019 | 09:39

Merantau

Berat, itulah yang aku rasa ketika harus meninggalkan anakku tersayang bersama sang nenek. Tapi keadaan yang pahit memaksaku harus mengambil keputusan yang berat ini.

Semua ku lakukan agar masa depan anakku tersayang bisa lebih baik. Sebab sebagai single parent, aku tidak dapat bergantung terlalu lama terhadap orang lain.

Ketika aku terus bergantung, kapan aku bisa mandiri? Bagaimana masa depan anakku bila aku hanya mengharap iba orang lain? Hal inilah yang berkecamuk.

Dua hari berpikir keras, akhirnya aku mengambil keputusan untuk pergi merantau. Merantau ke kota besar untuk memenuhi kebutuhan hidup aku dan anakku. Sedih? Sudah pasti.

Siapa yang tidak sedih harus pergi meninggalkan anak kecil yang masih berusia dua tahun? Anak yang setiap hari selalu berada di pelukan.

Jangan ditanya, sampai saat ini pun aku sering menangis karena rindu sang anak. Hampir setiap malam aku menangis, namun satu sisi aku ingat bahwa hal yang telah aku pilih ini untuk kebaikan bersama.

Sebulan berlalu, aku bisa lebih ikhlas menerima keadaan. Apalagi setelah melihat senyum bahagia anakku disana ketika hidupnya tercukupi. Semua perjuanganku dan penderitaan terasa terbayar dengan senyumnya.

Sekarang, aku tidak sabar menanti waktu untuk berkumpul bersama anakku. Suatu saat nanti, kita akan berkumpul dan bahagia bersama.

Kumpulan Cerita #kerenDalamBerjuang