Thursday, 26 September 2019 | 03:51

Mereka bilang si "baby" anak mahal!

Bisa melahirkan normal, itulah impianku selama ini. Namun ketika takdir mengatakan yang lain, saya harus jalani dengan lapang dada.

Semua bermula ketika waktu kontrol tiba, saya dan suami segera pergi ke dokter kandungan. Saat itu dokter yang menanganiku sedang sibuk karena beliau akan melakukan tindakan operasi. Namun beliau menyempatkan diri untuk memeriksaku terlebih dahulu.

Pada saat di ruangan saya berkata pada dokter bahwa saya merasa ketubannya merembes. Seketika dokter panik dan langsung meminta saya di USG. Setelah di USG, akhirnya dokter mengambil keputusan untuk segera mengambil tindakan sesar terhadap kandungan saya.

Sebab, air ketuban sangat sangat menipis. Untuk melahirkan normalpun tidak mungkin. Akhirnya saya setuju, walau sejujurnya saya takut untuk menghadapi tindakan operasi. Tapi saya jalani semuanya demi kebaikan saya dan baby yang saya nantikan.

Cemas, takut, ngeri itulah yang berkecamuk dalam diri ketika menghadapi operasi. Namun semua sirna ketika sudah masuk ruangan, hanya doa yang selalu aku panjatkan agar proses operasi berjalan lancar. Satu jam di ruangan operasi berlalu, my baby boy akhirnya terlahir ke dunia.

Rasa sakit, takut, ngeri, dan apapun yang membuat diri ini berpasrah hilang begitu saja setelah melihat wajah si baby. Sebaliknya, aku justru semangat dan kuat menjalani hari hari pasca sesar. Sebab aku tau, baby inilah yang aku nantikan selama dua tahun belakangan. Bahkan sampai berkali kali berganti dokter kandungan demi keberhasilan program hamil.

#kerendalamberjuang @suzukiindonesiamotor

Kumpulan Cerita #kerenDalamBerjuang