Wednesday, 25 September 2019 | 09:21

Perjuanganku menggapai sarjana

"Perjuanganku menggapai Sarjana"

Jalanku untuk bisa mencapai pendidikan tinggi tak semudah yang lain. Iya, aku harus pintar membagi waktu untuk bekerja, membantu pekerjaan istri dan merawat anak-anak serta kuliah. Begitulah, aku memulai studi di perguruan tinggi saat menjadi seorang suami-ayah-dan pekerja di suatu perusahaan swasta. Berat. Memang. Tapi, aku meyakini bisa hingga aku bisa bertoga.

Aku dulu lulus dr sekolah menengah kejuruan. Dari SMP, sudah tertanam aku harus cepat bekerja. Pikiranku hanya satu ingin membantu keuangan ibu-ayahku di rumah. Belum terpikir untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Saat menjadi karyawan di suatu perusahaanlah tekadmu membulat.

Aku masuk kelas karyawan. Sungguh, diri ini mesti berjibaku dengan waktu. Pulang dr kantor harus terburu-buru menyalakan mesin motor menuju kampus. Apalagi saat ujian tiba. Belum lagi dengan biaya kuliah yg tak sedikit. Aku harus memberikan keyakinan dan pengertian kepada istriku jika beberapa penghasilanku harus disisihkan untuk pendidikanku. Beruntungnya, istriku mengerti dan mendukungku. Begitu juga ibuku sangat mendukungku untuk berpendidikan tinggi.

Selain berjuang berjibaku dengan waktu, aku pun harus bisa tetap memberikan performa yg baik untuk perusahaan. Berangkat tak terlambat dan mengikuti aturan perusahaan. Beruntungnya, perusahanku memberikan kelonggaran jika ada ujian aku bisa meminta izin pulang lebih dulu. Alhamdulilah 4tahun penuh juang terlewati dg riang. Tahun lalu, akhirnya toga berhasil di genggaman. Yeay.

"Yakinlah berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian itu benar"

#KerenDalamBerjuang#suzukiindonesiamotor
@KerenCaraBaru

Kumpulan Cerita #kerenDalamBerjuang