Wednesday, 25 September 2019 | 09:09

His first flight

Pertama kali membawa bayi di pesawat itu agak horor semacam nonton film. Siapakah ibu yang gak "cemas" atau "was-was" si bayi nangis ga karuan ngerasain ulang-aliknya baling-baling pesawat. Belum lg kalau cuaca buruk.

Makanyaa.. pengalaman pertama aku bawa bayiku yg berumur belum genap 2bulan itu menegangkan. Syukurnya, aku ditemani ibuku-emak. Waah, itu aku harus nyusuin berkali-kali dinursering room. Belum lgi dia rewel nangis.
Ada satu perjuangan yg bikin aku ketawa tp juga sedih di sisi lain bagi ibuku dan bayiku. Saking santainya aku di bandara nyusuin dan solat. Aku menyampaikan kepada ibuku, santai aja mak padahal ternyata nama kami dipanggil. Beneraaan, kami masih di pintu penjagaan ketat yg semua barang harus diperiksa lewat x-ray. Setelah melewati itu, aku lgsg kebut lari ke petugas dan menyerahkan boarding pass. Alhamdulillah, berhasil tapi aku justru lupa ibuku dan bayiku tertinggal di belakang.

Ibuku celangak-celinguk khawatir bagaimana ini. Akupun lgsg berlari lg mencari ibuku. Hamdalah ketemu rasanyaa jantung nih berdegup kencang saking takutnya.
"Kemana aja, emak nyari-nyari" kata ibuku
"Ngejar tiket mak", takut ketinggalan jawabku

Ya allah.. ternyata perjuangan tak usai. Di pesawat bayi ini menangis takut akan turbulensi. Ibuku dg sigap membaca istigfar dan mengayun-ayun. Aku juga lgsg menyusuinya. Bayipun terlelap. Aku dan ibuku harus berjuang lg untuk landing. Alhamdulilah, nangis sebentar dan sampailah kami di Lombok International Airport dg selamat. "Pada hakikatnya, hidup adalah tentang berjuang. Berjuang tanpa henti hingga tiba waktu istirhat. Teruslah berjuang "

Kumpulan Cerita #kerenDalamBerjuang