Wednesday, 25 September 2019 | 09:05

Menjadi Ibu (muda)

Sejujurnya, tak terbayang sama sekali bisa mencapai fase menjadi ibu di usia belum genap 25. Awal tahu hamil, kaget sungguh. Niatku menikah hanya ingin menjaga diri. Ternyata, Allah amat baik dgn memberikan amanah "bayi kecil" ini dg segera.

Sudahkah siap? Tentu jauh dari kata siap apalagi menjalani kehamilan di tanah rantau-Lombok- jauh dr orangtua. Dan juga harus kuat ditinggal suami kerja "shift" atau dinas luar kota. Namun, seiring waktu, aku dan "bayi kecil" ini terus berjuang bersama. "Learning by doing" pepatah itulah yg kami berdua lakukan.
Trimester pertama kami lewati dg luarbiasa, perutku dioyak-oyak, tak mau makan nasi, tak mau mencium bau ataupun wangi. Hanya petis/rujak yg bisa ku nikmati. Dari dicoel dg gula, petis gobed dg cuka daaan dicoel hanya dg garam. Praktis hanya buah, bubur, atau lontong yg mampu masuk dan akhirnya menjadi daging. Beruntungnya pak suami juga sigap siaga walau lelah mau membelikan makanan yg diminta istrinya.

Trimester kedua dilewati dg lebih luwes dalam hal makanan tp juga fisik yg masih lemah. Kala itu, aku tak kuat ikut puasa ramadhan. Hampir 20hari full bolong. Perut serasa dikocok-kocok mual muntah lg. Beruntungnya dibantu suami dan teman yg selalu support. Aku juga mulai rajin membaca tentang kehamilan, donlot aplikasi kehamilan, menjaga ritme ibadah supaya anak yg lahir baik dan lancar.

Trimester ketiga dihabiskan di rumah emak, di Serang. Meski berat harus jauh dr suami tp dikelilingi keluarga yg sigap cukup mengobati. Di tiga bulan terakhir ini, aku dan si "baby" tambah semangat prenatal yoga dan berjalan kaki setiap pagi. Tambah semangat baca persalinan "gentle birth" . Tambah semangat menyiapkan rumah, baju, dan perlengkapan "baby". Tak lupa Kami juga tambah semangat memanjatkan doa lebih dalam lebih khusyuk dr biasanya.
Alhamdulillah, setelah menjalani proses yg luarbiasa, kami bisa bertemu dg sehat meski tak sesuai rencana kami. Indahnya sesuai rencana Allah. Alhamdulillah, menjadi ibu (muda). Menjadi pembelajar seumur hidup bersama anak bayi yg kini sudah akan menginjak balita. Muhammad Zidan Daniyal Ibrahim namanya.

Kumpulan Cerita #kerenDalamBerjuang